TfYlGfriTpriGfG8GfG9TfM0Td==

Halal Bihalal dan Rapat Koordinasi Komisi Pendidikan MUI Jatim Perkuat Kaderisasi Ulama dan Respon Isu Strategis Pendidikan

(Foto : Dok/TerkiniNews.net)

Surabaya — Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia (Komdika MUI) Jatim menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat arah program kerja ke depan. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kaderisasi ulama serta merespons berbagai isu strategis di bidang pendidikan keumatan.

Kegiatan ini digelar pada tanggal 10 April 2026 di Kantor MUI Jawa Timur, dalam acara tersebut hadir Sekretaris Umum MUI Jawa Timur, Dr. KH. M Hasan Ubaidillah, Ketua Komisi Pendidikan MUI, Prof. Dr. muhammad Turhan Yani, Pembina Komisi Pendidikan, Prof. Dr. Ahmad Taufiq, serta seluruh jajaran pengurus Komisi Pendidikan MUI.

Dalam sambutannya, Hasan Ubaidillah menegaskan pentingnya penguatan peran MUI dalam bidang pendidikan, khususnya dalam mencetak kader ulama yang tidak hanya memiliki kedalaman ilmu agama, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman. Menurutnya, kaderisasi ulama harus dirancang secara sistematis, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta dinamika sosial.
“MUI Jawa Timur memiliki Program Pendidikan Kader Ulama (PKU) yang sudah berjalan dan ini menjadi tugas dari komisi pendidikan. Harapannya bisa membuat formula untuk pengawalan dan pembinaannya”.

(Foto : Dok/TerkiniNews.net)

Sementara itu, Prof. Dr. Muhammad Turhan Yani menyampaikan bahwa Komisi Pendidikan MUI memiliki tanggung jawab strategis dalam merumuskan arah kebijakan pendidikan keumatan. Ia menekankan bahwa penguatan komisi pendidikan memiliki peran strategis untuk pengembangan pendidikan berbasis keilmuan dan menjadi prioritas utama dalam program kerja ke depan.
“Momentum Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum strategis untuk menyatukan visi, memperkuat arah kebijakan, serta merumuskan program kerja yang adaptif terhadap dinamika pendidikan saat ini” ujarnya.

Pembina Komisi Pendidikan, Prof. Ahmad Taufiq, turut memberikan arahan agar seluruh pengurus mampu bekerja secara kolaboratif dan inovatif. Ia menegaskan bahwa tantangan pendidikan ke depan membutuhkan pendekatan yang lebih progresif, termasuk dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pendidikan.

Dalam forum tersebut, turut dibahas berbagai isu strategis pendidikan, antara lain keterbatasan basis data pendidikan, belum optimalnya pengembangan kompetensi pendidik, serta rendahnya capaian literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan pendidikan dinilai masih perlu diperkuat .

Menindaklanjuti hal tersebut, Komisi Pendidikan MUI Jawa Timur merumuskan arah program kerja yang menitikberatkan pada penguatan kualitas pendidikan berbasis nilai keislaman, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, serta penguatan sistem kaderisasi ulama yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Sebagai moderator rapat, Sekretaris Komisi Pendidikan MUI Jawa Timur, Dr. Mufarrihul Hazin, menegaskan bahwa Rakor ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus memastikan bahwa setiap program yang dirancang memiliki orientasi pada solusi nyata bagi persoalan pendidikan umat.

Kegiatan ditutup dengan suasana penuh keakraban melalui Halal Bihalal, yang menjadi simbol saling memaafkan dan memperkuat ukhuwah di antara para pengurus. Diharapkan, melalui kegiatan ini, Komisi Pendidikan MUI semakin solid dalam menjalankan perannya sebagai garda terdepan dalam pembangunan pendidikan umat.

Komentar0

Type above and press Enter to search.